Saturday, September 28, 2013

Autismaze di Epiwalk

Adalah mbak Ani -mama Ruben- yang menghubungi saya dan bertanya apakah sekolah Alby ada assambly angklung. Karena berkenaan dengan sekolah, saya berikan nomor telpon sekolah untuk bicara dengan kepala sekolah. Dan nggak berapa lama kita dapat kabar kalau sekolah ikutan dalam kampanye peduli austisma di Autismaze Epicentrum Plaza-Kuningan. Selama 2 hari Alby dan teman-temannya tampil bergantian. Di hari pertama Assambly Angklung dan di hari kedua menari. Alby ikutan di hari pertama :-)


Wednesday, September 25, 2013

Ketika bertemu Guru yang galak..

Ayra lagi menghadapi banyak hal- hal baru. Satu diantaranya diajar oleh guru yang galak. Guru galak ini bermacam-macam. Galak yang memang pemarah, galak yang tegas, galak yang suka bicara kasar, galak yang setiap bicara memang nadanya tinggi. Nah, kelas Ayra kebagian guru yang galak, suaranya menggelegar dan suka bicara kasar. Guru ini guru seniooorrr sekali. Ayah dulu juga diajarnya :D, kebayang kan gimana seniornya dia...., guru senior juga belum tentu bijak lho..., dan problem sekolah ini di tiap tahun ajaran adalah keluhan para orang tua terhadap guru tersebut. Tapi apakah ditanggapi? pada dasarnya sekolah menampung keluhan para ortu, tapi dikembalikan lagi dengan keadaan si guru, jadi memang pada akhirnya kalimat ini yang keluar..yaaa, sabar aja..bentar lagi juga beliau pensiun.. :-(

Guru hendaknya juga bagian yang dicontoh dan diteladani anak-anak muridnya. Guru juga hendaknya berkata yang baik-baik, tegas dan bisa melihat kemampuan anak didiknya. Pasti semua punya gambaran seperti apa guru yang ideal itu. Terus kalau udah begitu apa yang kita lakukan ke anak? Kalau protes hanya ditampung saja, sepanjang tidak main tangan, pelecehan dan kurang ajar ya tidak ada lain selain kita menguatkan anak kita sendiri. 

Ayra cerita, ketika pertama kali beliau mengajar di kelas, seorang anak dipanggil ke depan dan ditanya tentang peta Jakarta. Ketika ditanya anak tersebut tidak bisa menjawab, sehingga beliau marah. Tapi jangankan marah, tidak marah saja suara beliau sudah menggelegar. Bisa jadi anak itu tidak bisa menjawab saking kagetnya dibentak. Dibentak di depan kelas, diliatin banyak pasang mata meski teman sendiri itu tidak menyenangkan lho.., jelas saja teman Ayra ini menangis... :-(

Beliau bilang; anak-anak sekarang ini akhlaknya bagus-bagus tapi mentalnya kurang, sementara anak-anak duluu itu akhlaknya lebih banyak yang kurang tapi mentalnya kuat-kuat. Saya jadi nyengir saja mendengar cerita Ayra. Lalu saya bilang ke dia ; "Abang tidak usah takut. Sepanjang kita tidak kurang ajar, mau belajar dan tidak nakal, pak Guru itu tidak akan marah-marah atau bentak-bentak Abang. Kenali saja apa yang bikin beliau tidak suka dan jangan dilakukan.., tidak perlu juga terlalu dekat dengan beliau, kalau hati tak nyaman ya itu salah satu cara menghindarinya. Dengan demikian Abang jadi kenal karakter orang, yakin mamay bang, pak guru itu hatinya baik dan tulus ke anak-anak, mulutnya saja yang kasar.., kita maklumin saja karena beliau sudah tua. Kalau menurut Abang pak Guru itu buruk yaa..cukup abang tau dan tidak untuk ditiru. Dan Beliau itu baru satu dari sekian banyak orang yang kelak akan abang temui dalam hidup. Diluar sana ada saja orang yang manis mulut tapi hatinya jahat. Anak-anak sekarang juga beda kan.., semarah-marahnya ayah ibunya belum tentu nadanya setinggi pak Guru. Jadi besar kemungkinan teman abang itu kaget dibentak. Dia belum pernah dengar suara dengan nada kenceng gitu. Kayaknya judes mamanya juga kalah ya Bang...hehehhhee.." (ihhh, panjang banget yaak..:p)

Kegalakan guru juga bisa jadi kenangan buat anak-anak didiknya. Ketika masa-masa penerimaan siswa dan pengenalan sekolah, tidak sedikit di sekolah ini yang duluuuu salah satu dari orang tua murid bersekolah di sekolah ini juga, termasuk si ayah ;-). Dan Pak Guru inilah yang mereka cari, masihkah Beliau mengajar?, sehatkah beliau? masih inget nggak ya ama gue, muridnya..? ;-) 

Begitulah...., guru galak juga ada efeknya buat anak-anak, membuat anak-anak jadi rajin membaca pelajarannya sehingga siap untuk ditanya dan kegalakannya kelak akan jadi kenangan tersendiri dalam hidup anak-anak didiknya...

Monday, September 09, 2013

Belajar naik bis dan pulang sendiri

Selama ini anak-anak naik bis selalu kami temani. Sejak Ayra masuk SMP, pulang sendiri dan naik bis harus dijalaninya...

Kami semua ingin Ayra bisa lebih 'kuat' lagi. Dengan naik bis banyak hal yang akan dia lihat, alami dan rasakan. Walau pertamanya Ayra cemberut, maksa naik bajaj pak Udin saja pulang dan pergi. Tapi saya bilang, berat ongkosnya Bang..kalau pulang juga dengan pak Udin.., apalagi dengan kenaikan BBM kali ini, ongkos tetap mesti diperhitungkan {hmm, ini mah kurang lebih akal-akalan mamanya ajah ;-)} Kami semua membesarkan hatinya dan mensupport bahwa naik bis tidaklah menakutkan. Ajak teman yang searah jalan pulangnya,  selalu berhati-hati ketika turun dan naik bis serta menyeberang jalan...dan disamping itu Ayra juga jadi belajar berhemat. Jatah mingguannya pasti akan berlebih dan dengan demikian bisa nabung buat  keperluannya sendiri, seperti buku bacaan kesukaannya atau pernik-pernik yang dia suka..

Keluhan di awal-awal naik bis pasti ada, jalanan yang macet, teman searah jalan pulang tidak selalu ada, karena jadwal dan kelas yang berbeda, bis yang berhenti di tengah jalan sehingga kalau mau menyeberang mesti hati-hati liat kiri jalan..., para penumpang, kenek, supir, o ya...sekarang banyak bis yang tanpa kenek juga.

Ada hal- hal yang membuat cemas Ayra, yaitu kalau di jalan atau di bis bertemu dengan pelajar dari sekolah lain. Karena maraknya tawuran mau tak mau Ayra tau beberapa cerita, juga pesan-pesan dari pihak sekolah, seperti tidak menunjukkan identitas sekolah, menghindari kerumunan pelajar yang nggak jelas. Jadi Ayra tidak mau pakai topi atau dasi selama pulang dan pergi sekolah, kalau jam pertama olah raga, maka baju langsung dipakai tapi kemeja dikancing sampai atas.

Kalau soal bis kebut-kebutan sedikit kemungkinan terjadi di sepanjang jln fatmawati - panglima polim, karena jalanan yang terlalu ramai, kendaraan yang sudah semakin banyak, dan rasanya sepanjang jalan tersebut selalu ramai aktivitas, yang ada mah macet. Apalagi di jam-jam Ayra pulang sekolah, itu lagi macet-macetnya. Tapi biar gimana juga semogalah Ayra dijauhin dari hal-hal buruk dan tidak menyenangkan dalam perjalanan pulang dan pergi sekolah.

Kini udah sebulan lebih Ayra pulang naik bis..sejauh ini dia baik-baik saja..Insya Allah di hari-hari kedepannya juga begitu...

Untuk Alby? Tentu akan kami ajarkan juga tapi kita sesuaikan dan lihat kesiapannya juga, yaaa lihat bagaimana nantinya saja..

September 2013