Saturday, June 28, 2014

Satu hari milik Alby

Hari ini persis 5 tahun yang lalu adalah satu hari milik Abang Ayra, tanpa kami sadari ternyata satu hari itu menjadi milik Abang Alby juga. Rencana tetap di Juni, tapi hari inilah segalanya siap. Rayu rayu untuk sunat muncul sejak setahun lalu, kami tidak menceritakan pedihnya tapi justru happy dan indahnya sunat....,

Abang Ayra memang pandai membujuk adiknya. Dari diimingi-imingi handphone, sepeda, dapat uang banyak..tabungan banyak, Alby punya ketetapan sendiri dan itu tidak berubah sampai hari H-nya, yaitu handy talky. Teguh bener yaaa...pendiriannya ..hehheee...

Dari obrolan-obrolan kecil jika Alby menyinggung ingin beli atau punya HT, selalu ditimpali sunat duluu.., lalu sambungnya; mama nabung dulu..., Alby sunat..dulu, terus beli hate deh..., begitu berulang-ulang...

Setelah terima raport ditetapkan hari H adalah hari minggu, 29 Juni..dan tgl 30 mama cuti, tgl 1 ayah cuti untuk mendampingi selama masa penyembuhan. Metode yang diambil dan tempat sunatnya juga sama dengan abang Ayra. Dalam waktu itu..ketika daftar karena tidak ada cara juga di hari sabtunya, niatnya cuma renang..kepikir deh lebih baik banyak waktu di masa penyembuhan, kamipun memilih hari sabtu, 28 juni...

Ketika hari dan tanggal telah ditetapkan, Abang Alby lebih suka senyum-senyum malu..., antara senang dan bingung..wajahnya. Sempat ragu ketika Andung bilang kalau expressinya Alby itu seperti ada yang diungkapkan tapi dia tidak mengerti bagaimana mengungkapkannya. 

Harinya tiba juga, beberapa plan disiapkan, yang pasti Abang Alby masuk ke rumah sunatan hanya pada saat dia dipanggil. Alhamdulillah..lancar, hanya karena pake mampir ke alfamart dekat rumah sunatan segala, jadi agak terburu-buru, sementara wajahnya penuh rasa khawatir, tapi mama pura-pura tidak tahu.

Sampai di kamar tindakan, mulailah cemasnya terungkap. Nangis dan bilang tidak mau buka celana dan agak-agak menjerit, pak Dokter yang udah siap keluar dulu. Setelah dibujuk rayu jadi juga. Keringet dingin mamanya hihiii...sementara Alby dan ayah saling berpelukan. Alby tiduran sambil memeluk erat leher ayah. Sesekali menjerit...hadeeuuuhh..., agak-agak bete mama kalau gagal..tapi terus inget "mama tenang, maka anakpun tenang" ya wes, mamaaa..tenang.., tenang...mamaa, mulailah bujuk membujuk, Abang Alby bilang ; abis ini mama aja yang ke sency beli HT, bla...blaa...berulang-ulang...,
 
Awalnya nggak mau pegangan tangan mama, jerit jerit..tapi terus sambil dalam hati terus berkata "tenang...mama.., tenang mama..", sambil usap-usap kepalanya, Alby pun menjadi lebih tenang, lebih koorporatif. Daaann...dalam 15 menit kelarr..., bravo, Albyyyy....

Sebelum pulang Alby minum obat dulu. Sampai di rumah Abang Ayra dan tante Linda menyambut dengan pelukan, nangis lagiii...lalu..lalu..keluar deh hadiah mama-ayah-abang Ayra, yaitu HT. Tante Linda kasih lampu malam x ray..ahhh..makasiiihh tante Linda..., liat hadiahnya Abang Alby yang tadinya sedih jadi sumringah..antara malu-malu pediiihh...hihiii..., Abang Ayra yang pandai membujuk adiknya..langsung mempraktekkan main handy talky...Abang Alby happyyy...senyuum..nyengir nyengir...tapi abis itu rewel lagii..mungkin seperti Abang dulu, katanya kan pee Abang pegel may..hihiii....

Ya wes lah, By..sepanjang hari ini memang agak rewel tapi tak apa..
 
  Selamat ya Alby sayang....semoga cepat sembuh, jadilah pribadi mandiri yang berhati mulia, taat agama, santun, baik hati dan senantiasa murah senyum..., love you sangat..Albyyy... ♥♥♥
Sabtu, 28 Juni 2014
bintaro sektor 5A

Thursday, June 19, 2014

Maafkan aku, Ayah..

Alby punya segudang cara dan akal yang kadang dan bisa jadi tak terpikir oleh kita.

Alby juga sedikit gengsian..gengsi untuk minta maaf..

2 hari yang lalu buku tugas atau hasil kerja siswa dikasih guru ke kita, isinya tentang hasil belajar Alby selama semester kedua di kelas 4. Cover depannya foto Alby lagi duduk di kelas.

Pulang kantor, seperti biasa kami ketemu Alby yang belum mandi dan kamar yang berantakan. Bersama kami bereskan. Ketika mama lagi di kamar mandi, terdengar suara Ayah yang keras dan kencang menegur Alby. Wah, ada apa? 

Selesai mandi mama tanya, ada apa? Ternyata Alby merobek-robek voucher renang sebanyak 3 lembar..., sedaaapp..deh, seratus dua puluh ribu melayang. Padahal tempat penyimpanan udah aman, di kantong dalam jaket ayah dan Alby nggak tau...e..alaa..kok ya ketemu juga ama Alby. Di kamar yang udah rapih, Alby duduk diam. 

Mama bilang ; Alby kan udah tau ndak boleh bongkar-bongkar barang Ayah tanpa Ayah tau, ndak baik..kalaupun ketemu ama Alby, harus ijin dulu. Kasian Ayah Byyy.., pulang malam cari uang..buat Alby, Alby malah sobek-sobek gitu..., hayo sana..minta maaf ama Ayah...

Duduk, diam..

Ayoo..By..., minta maaf...

Duduk, diam..

Ayoooo..Abbyy.., minta maaf ke Ayah...

Duduk, diam...

Ayooo, ke Ayahhh...

Duduk, diam...

Ya, udahlah..mama tinggal, pindah ke depan duduk sebelah ayah nonton Mata Najwa. 

Setengah jam berlalu...

Alby keluar kamar, ambil buku hasil kerja siswa, buku laporan, buku penghubung. Disusun jadi satu tumpukan, yang hasil kerja siswa bercover fotonya paling atas dan diletakkan di depan dadanya dengan foto menghadap ke depan. Lalu diambilnya kursi, dia duduk di depan ayah berhadap-hadapan dan bilang : liat ini..!!!
 

Sambil menunjuk foto dirinya...

Ayah dan Mama pandang-pandangan..dan aaaaahhhhhh.... ♥♥♥♥♥

Kami segera tau dan paham kalau Alby sedang minta maaf pada ayahnya dengan cara yang beda...tidak ada kata-kata..tapi foto dan hati yang bicara.., maafkan aku, Ayah...

Ooooww...terpilin hati..dan Ayahpun meleleh...

Rabu malam, 18 Juni 2014