Dari kecil saya suka puzzle. Walau bukan yang 'addict' sekali. Potongan-potongan kecil yang jika disusun menjadi suatu gambar.
Waktu kami kecil dulu, papa pernah pulang bawa sekotak besar potongan puzzle lebih dari seribu potong yang bergambar pemandangan gunung dimana ada salju di puncaknya. Tapi puzzle itu tidak pernah jadi gambar utuh. Karena kami pakai sebagai cabai, kacang, sayuran untuk main pasar-pasaran :D, Andung dulu suka ngomel-ngomel soal ini tapi dibiarkan aja dan benar beberapa potonganpun ada yang hilang.
Ketika sudah besar dan punya anak, kesukaan ini ditularkan ke anak-anak. Dalam umur 4 tahun Ayra sudah bisa menyusun puzzle 12 potong bergambar winnie the pooh, cars dll. Bahkan Ayra yang ngajarin bagaimana menyusun puzzle ke anak saudara yang sebaya dengannya. Dari 12 potong lanjut ke potongan-potongan berikutnya.
Hal yang sama dan diusia yang sama dilakukan juga ke Alby. Tapi ternyata belum bisa, puzzle 4 potong pun belum bisa diselesaikan Alby.. :(
Tidak ada kata nyerah dong, beli-beli puzzle tetap dilakukan. Ayra yang menyelesaikan..Alby yang ngacak-ngacak, ngemut potongan, nyobek potongan gambar..lalu hilang..
Sejalan dengan waktu, Alby suka Ben10 minta dibelikan puzzle dalam potongan 4, 8, 10 atau 12. Dibelikan ama Mama..
Main sama-sama, bongkar pasang, sobek potongan, menyebar potongan hingga hilang. Kita pun tak pernah nyerah untuk main puzzle dengan Alby.
Kemarin Alby minta puzzle 49 potong bergambar angry bird pilihannya sendiri. Setiap menyusun Alby selalu ajak Ayah, Abang, Andung, Linda dan Mamay.. Sekali waktu Alby ajak mamay main dan mamay pun main pura-pura 'kalau yang ini dimana ya By?' Alby bisa dan tau..bahkan untuk potongan gambar yang ditengah.
Menurut ayah sepanjang tahun ini Alby sudah bisa menyelesaikannya. Strategi menyusun dengan mencari potongan sudut-sudut, lalu potongan pinggiran puzzle sudah dipahami Alby. Tapi tetap ada bagian yang masih dikasih tau. Kali ini saya lihat bagaimana Alby bagaimana menyelesaikannya sendiri. Alhamdulillah...
Alby melihat puzzle dari gambarnya bukan potongannya. Kami mengajarinya dengan melihat potongannya. Ini untuk memudahkannya, tapi karena seperti itu ya jadi tidak urut dan tau-tau dia bisa puzzle 49 potong.
Buat saya dengan bermain puzzle anak melatih kemampuan otak, koordinasi tangan dan mata, melatih konsentrasi serta daya ingatnya juga melatih kemampuan menyusun strategi.
Ada berapa banyak puzzle yang hilang dan terbuang tak jadi masalah. Teringat kata alm.papa tidak ada yang sia-sia dari sebuah buku, walau awalnya harus disobek, diacak-acak karena disanalah timbul keinginan untuk membaca. Tentu dengan contoh ada yang membaca dan dibacakan. Maka demikian juga dengan puzzle, tidak ada yang sia-sia dari potongan-potongan itu :)
Jumat, 17 Agustus 2012
Kamar, sehabis nemenin Alby bermain puzzle angry bird 49 potong
Waktu kami kecil dulu, papa pernah pulang bawa sekotak besar potongan puzzle lebih dari seribu potong yang bergambar pemandangan gunung dimana ada salju di puncaknya. Tapi puzzle itu tidak pernah jadi gambar utuh. Karena kami pakai sebagai cabai, kacang, sayuran untuk main pasar-pasaran :D, Andung dulu suka ngomel-ngomel soal ini tapi dibiarkan aja dan benar beberapa potonganpun ada yang hilang.
Ketika sudah besar dan punya anak, kesukaan ini ditularkan ke anak-anak. Dalam umur 4 tahun Ayra sudah bisa menyusun puzzle 12 potong bergambar winnie the pooh, cars dll. Bahkan Ayra yang ngajarin bagaimana menyusun puzzle ke anak saudara yang sebaya dengannya. Dari 12 potong lanjut ke potongan-potongan berikutnya.
Hal yang sama dan diusia yang sama dilakukan juga ke Alby. Tapi ternyata belum bisa, puzzle 4 potong pun belum bisa diselesaikan Alby.. :(
Tidak ada kata nyerah dong, beli-beli puzzle tetap dilakukan. Ayra yang menyelesaikan..Alby yang ngacak-ngacak, ngemut potongan, nyobek potongan gambar..lalu hilang..
Sejalan dengan waktu, Alby suka Ben10 minta dibelikan puzzle dalam potongan 4, 8, 10 atau 12. Dibelikan ama Mama..
Main sama-sama, bongkar pasang, sobek potongan, menyebar potongan hingga hilang. Kita pun tak pernah nyerah untuk main puzzle dengan Alby.
Kemarin Alby minta puzzle 49 potong bergambar angry bird pilihannya sendiri. Setiap menyusun Alby selalu ajak Ayah, Abang, Andung, Linda dan Mamay.. Sekali waktu Alby ajak mamay main dan mamay pun main pura-pura 'kalau yang ini dimana ya By?' Alby bisa dan tau..bahkan untuk potongan gambar yang ditengah.
Menurut ayah sepanjang tahun ini Alby sudah bisa menyelesaikannya. Strategi menyusun dengan mencari potongan sudut-sudut, lalu potongan pinggiran puzzle sudah dipahami Alby. Tapi tetap ada bagian yang masih dikasih tau. Kali ini saya lihat bagaimana Alby bagaimana menyelesaikannya sendiri. Alhamdulillah...
Alby melihat puzzle dari gambarnya bukan potongannya. Kami mengajarinya dengan melihat potongannya. Ini untuk memudahkannya, tapi karena seperti itu ya jadi tidak urut dan tau-tau dia bisa puzzle 49 potong.
Buat saya dengan bermain puzzle anak melatih kemampuan otak, koordinasi tangan dan mata, melatih konsentrasi serta daya ingatnya juga melatih kemampuan menyusun strategi.
Ada berapa banyak puzzle yang hilang dan terbuang tak jadi masalah. Teringat kata alm.papa tidak ada yang sia-sia dari sebuah buku, walau awalnya harus disobek, diacak-acak karena disanalah timbul keinginan untuk membaca. Tentu dengan contoh ada yang membaca dan dibacakan. Maka demikian juga dengan puzzle, tidak ada yang sia-sia dari potongan-potongan itu :)
Jumat, 17 Agustus 2012
Kamar, sehabis nemenin Alby bermain puzzle angry bird 49 potong

No comments:
Post a Comment