Wednesday, September 25, 2013

Ketika bertemu Guru yang galak..

Ayra lagi menghadapi banyak hal- hal baru. Satu diantaranya diajar oleh guru yang galak. Guru galak ini bermacam-macam. Galak yang memang pemarah, galak yang tegas, galak yang suka bicara kasar, galak yang setiap bicara memang nadanya tinggi. Nah, kelas Ayra kebagian guru yang galak, suaranya menggelegar dan suka bicara kasar. Guru ini guru seniooorrr sekali. Ayah dulu juga diajarnya :D, kebayang kan gimana seniornya dia...., guru senior juga belum tentu bijak lho..., dan problem sekolah ini di tiap tahun ajaran adalah keluhan para orang tua terhadap guru tersebut. Tapi apakah ditanggapi? pada dasarnya sekolah menampung keluhan para ortu, tapi dikembalikan lagi dengan keadaan si guru, jadi memang pada akhirnya kalimat ini yang keluar..yaaa, sabar aja..bentar lagi juga beliau pensiun.. :-(

Guru hendaknya juga bagian yang dicontoh dan diteladani anak-anak muridnya. Guru juga hendaknya berkata yang baik-baik, tegas dan bisa melihat kemampuan anak didiknya. Pasti semua punya gambaran seperti apa guru yang ideal itu. Terus kalau udah begitu apa yang kita lakukan ke anak? Kalau protes hanya ditampung saja, sepanjang tidak main tangan, pelecehan dan kurang ajar ya tidak ada lain selain kita menguatkan anak kita sendiri. 

Ayra cerita, ketika pertama kali beliau mengajar di kelas, seorang anak dipanggil ke depan dan ditanya tentang peta Jakarta. Ketika ditanya anak tersebut tidak bisa menjawab, sehingga beliau marah. Tapi jangankan marah, tidak marah saja suara beliau sudah menggelegar. Bisa jadi anak itu tidak bisa menjawab saking kagetnya dibentak. Dibentak di depan kelas, diliatin banyak pasang mata meski teman sendiri itu tidak menyenangkan lho.., jelas saja teman Ayra ini menangis... :-(

Beliau bilang; anak-anak sekarang ini akhlaknya bagus-bagus tapi mentalnya kurang, sementara anak-anak duluu itu akhlaknya lebih banyak yang kurang tapi mentalnya kuat-kuat. Saya jadi nyengir saja mendengar cerita Ayra. Lalu saya bilang ke dia ; "Abang tidak usah takut. Sepanjang kita tidak kurang ajar, mau belajar dan tidak nakal, pak Guru itu tidak akan marah-marah atau bentak-bentak Abang. Kenali saja apa yang bikin beliau tidak suka dan jangan dilakukan.., tidak perlu juga terlalu dekat dengan beliau, kalau hati tak nyaman ya itu salah satu cara menghindarinya. Dengan demikian Abang jadi kenal karakter orang, yakin mamay bang, pak guru itu hatinya baik dan tulus ke anak-anak, mulutnya saja yang kasar.., kita maklumin saja karena beliau sudah tua. Kalau menurut Abang pak Guru itu buruk yaa..cukup abang tau dan tidak untuk ditiru. Dan Beliau itu baru satu dari sekian banyak orang yang kelak akan abang temui dalam hidup. Diluar sana ada saja orang yang manis mulut tapi hatinya jahat. Anak-anak sekarang juga beda kan.., semarah-marahnya ayah ibunya belum tentu nadanya setinggi pak Guru. Jadi besar kemungkinan teman abang itu kaget dibentak. Dia belum pernah dengar suara dengan nada kenceng gitu. Kayaknya judes mamanya juga kalah ya Bang...hehehhhee.." (ihhh, panjang banget yaak..:p)

Kegalakan guru juga bisa jadi kenangan buat anak-anak didiknya. Ketika masa-masa penerimaan siswa dan pengenalan sekolah, tidak sedikit di sekolah ini yang duluuuu salah satu dari orang tua murid bersekolah di sekolah ini juga, termasuk si ayah ;-). Dan Pak Guru inilah yang mereka cari, masihkah Beliau mengajar?, sehatkah beliau? masih inget nggak ya ama gue, muridnya..? ;-) 

Begitulah...., guru galak juga ada efeknya buat anak-anak, membuat anak-anak jadi rajin membaca pelajarannya sehingga siap untuk ditanya dan kegalakannya kelak akan jadi kenangan tersendiri dalam hidup anak-anak didiknya...

No comments:

Qurban 10 Dzulhijjah 1447 H

Kembali...selalu ada yang pertama.. Kali ini Alby berqurban dan Insya Allah akan selalu dilakukannya di tahun-tahun berikutnya, aamiin yra.....