Jangan keburu panik bila menemukan benjolan di tubuh anak, terutama di tangan dan kaki. Siapa tahu cuma ganglion.Buat kebanyakan orang, istilah ganglion memang masih asing di telinga. Tak sedikit awam mengira ganglion adalah penyakit yang mematikan seperti halnya kanker atau tumor. Kebanyakan karena melihat tanda-tanda kemunculan ganglion yang mirip tumor atau kanker, yaitu berupa benjolan di tubuh. Padahal, ganglion bukanlah penyakit yang menakutkan dan mematikan. Sekalipun dibiarkan hingga bertahun-tahun, penderitanya tetap sehat dan tak akan mengalami sesuatu yang negatif. Malah, lama-lama ganglion bisa hilang dengan sendirinya tanpa kita sadari. Walau begitu, untuk memastikannya, penderita tetap harus diperiksakan ke dokter.
Ganglion bisa terjadi pada siapa saja, dari anak-anak hingga orang dewasa. Kemunculannya disebabkan kebocoran pada pembungkus cairan sendi. Cairan ini sebetulnya berfungsi melumasi sendi sehingga tidak merusak tulang rawan saat ada gerakan. Cairan pelumas yang bocor ini kemudian membentuk gelembung, seperti kapsul, yang mendesak kulit sehingga tampaklah benjolan di permukaan kulit.
Banyak faktor yang menyebabkan bocornya pembungkus cairan sendi, tetapi yang paling sering adalah trauma atau benturan. Cairan pelumas juga terdapat pada tendon atau urat yang menggerakkan tulang. Jika kapsul atau pembungkus pelumas tersebut bocor, maka bisa timbul ganglion. Robeknya pembungkus pelumas mirip dengan penyebab bocornya cairan sendi.
CIRI-CIRI GANGLION
Nah, untuk mengetahui benjolan tersebut adalah ganglion atau bukan, mudah saja. Benjolan pada ganglion berdiameter paling besar ± 1-2 cm. Kalau dipegang terasa kenyal, dan semakin besar semakin keras. "Jadi, awalnya lembek dan kenyal, tapi semakin lama ganglion dibiarkan akan semakin keras," ungkap dr. Ifran Saleh, FICS, DSBO dari bagian Orthopedi RSUPN Cipto Mangunkusumo, Jakarta. Namun jika terantuk atau tertekan, ben-jolan berisi cairan ini bisa pecah. Karena itulah, ganglion bisa hilang dengan sendirinya tanpa disadari. "Cairannya sendiri tidak berbahaya. Itu, kan, cairan tubuh si penderita. Jika pecah, tentu cairan tersebut diserap kembali oleh tubuh."
Bagian tubuh yang kerap disemayami ganglion adalah sekitar tulang-tulang kecil di tangan dan kaki baik bagian dalam, punggung, maupun pergelangannya. Di situlah daerah sendi dan tendon yang sangat rawan mengalami kebocoran pelumas.
OPERASI DAN SEDOT CAIRAN
Kendati ganglion tak berbahaya dan dapat hilang sendiri sekalipun dibiarkan. Akan tetapi jika penderita sudah merasa tak nyaman atau sakit lantaran benjolan ini, jangan biarkan hingga pecah sendiri. Jelas, meski keluhannya tak akan menimbulkan efek yang membahayakan, si penderita akan risih juga. "Jadi lebih baik segera periksa ke dokter orthopedi untuk dilakukan penanganan," anjurnya.
Jenis penanganan ganglion ada dua cara. Pertama, disuntik untuk mengeluarkan cairan tersebut dan memberinya obat supaya tak timbul lagi. Kedua, dengan cara operasi untuk mengambil benjolan tersebut hingga ke akar-akarnya dan anak-anaknya. "Biasanya ganglion yang besar mempunyai ganglion kecil-kecil di sekitarnya yang harus diambil supaya tidak sempat membesar."
Seperti halnya penanganan dalam dunia medis pada kasus-kasus lainya, ganglion pun punya risiko, yaitu tumbuh kembali. "Jika operasinya tidak sempurna, dalam arti pengambilan anak-anak dan akar ganglion tidak bersih, tentu ganglion yang tertinggal akan tumbuh menjadi besar."
Begitu juga dengan cara suntik, "Jika obat yang dimasukkan tak mampu menutup celah yang menjadi timbulnya ganglion, maka ganglion baru akan muncul kembali di tempat yang sama." Biasanya dokter akan mengajukan pilihan cara penanganan dengan suntik pada pasien. Bila tidak sukses, barulah dilakukan operasi.
GANGLION TIDAK TERJADI BILA...
Perlu diketahui, kekuatan atau elastisitas kapsul maupun pembungkus cairan pelumas sendi dan urat, berbeda pada setiap orang. Tak heran bila ada orang yang sering jatuh tetapi tidak mengalami ganglion, sementara yang jarang jatuh justru mengalami ganglion. Contohnya anak yang memiliki elastisitas tinggi karena rajin berolahraga, walau sering jatuh tak terjadi kebocoran pada pembungkus cairan pelumas sendi dan uratnya.
Ketidakmunculan ganglion setelah benturan bisa jadi disebabkan pembungkus pelumasnya tetap robek. Tetapi karena robekannya besar, maka tidak ada faktor yang bisa membuat pelumas tersebut menggelembung dan mendesak kulit. Cairan tersebut menyebar begitu saja dan diserap kembali oleh tubuh.
Gazali Solahuddin. Ilustrator: Pugoeh
sumber : tabloid nakita no. 315 thn VII tgl 16 April 2005
ganglion poplithea = letaknya dipersendian lutut belakang
1 comment:
aku sempet operasi ganglion sekitar 3 bulan lau,,tapi rasanya benjolan itu ada lagi..
jadi harus gimana ya,,biar gangion itu ilang ga balik-balik lagi..??
Post a Comment